-
Kerja sama Mitra dan SPPG kunci kelancaran Program MBG nasional.
-
Perselisihan internal sebabkan operasional SPPG terhenti di Mojokerto.
-
BGN beri tenggat 30 hari urus SLHS Program MBG.
SuaraMalang.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi kelancaran Program MBG.
Sinergi yang solid disebut menjadi fondasi agar Program MBG atau Makan Bergizi Gratis, program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berjalan benar, sukses, dan aman.
Dalam Rapat Sosialisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, Nanik menekankan peran Kepala SPPG untuk mampu bekerja selaras dengan Mitra/Yayasan, Ahli Gizi, Ahli Akuntansi, hingga relawan.
“Selain bekerja sama dengan Ahli Gizi, Ahli Akuntansi, dan Relawan dalam mengelola dapur, Kepala SPPG juga harus bisa bekerjasama dengan Mitra/Yayasan. Kalau kalian malah berantem, dan tidak bisa bekerja sama, bagaimana program yang sangat luar biasa ini bisa berjalan dengan baik,” kata Nanik.
Penegasan tersebut muncul setelah Nanik menerima laporan adanya SPPG yang berhenti beroperasi akibat perselisihan internal antara Mitra dan Kepala SPPG, termasuk dengan Ahli Gizi dan Akuntan. Kondisi itu berdampak langsung pada keberlanjutan Program MBG di lapangan.
“Kami baru mulai 20 Oktober, tapi baru 5 hari jalan, harus berhenti,” kata Syaikhu, Mitra SPPG Japan Sooko, Mojokoerto.
Tanpa kolaborasi dan kehadiran semua unsur, pengelolaan SPPG dinilai tak dapat berlanjut. Sejumlah proses krusial seperti pengajuan proposal, pencairan anggaran, hingga pemenuhan prasyarat operasional Program MBG menjadi terhambat.
Prasyarat tersebut mencakup pengurusan SLHS, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sertifikasi Halal, Pelatihan Penjamah Makanan, dan lainnya.
Padahal, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Mojokerto disebut telah proaktif membantu percepatan pengurusan SLHS, IPAL, Sertifikasi Halal, serta Pelatihan Penjamah Makanan bagi setiap SPPG. Namun, hingga kini masih banyak SPPG yang belum mengantongi SLHS.
Data menunjukkan, dari 52 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, baru 8 SPPG yang memiliki SLHS. Sementara di Kota Mojokerto, dari 7 SPPG yang telah beroperasi, baru 3 SPPG yang mengantongi SLHS.
“Sekarang yang penting kalian daftar dulu, saya beri waktu 30 hari. Kalau dalam 30 hari belum juga mendaftar, SPPG akan kami tutup,” kata Nanik.
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi antar Kementerian/Lembaga dalam pelaksanaan Program MBG itu juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa paling unggul dan mendominasi di lingkungan SPPG. Ia meminta semua pihak menjaga kebersamaan dan menghindari konflik berkepanjangan.
“Kalian bisa mencontoh Pak Prabowo. Beliau saja bisa merangkul semua lawan politiknya. Masak di sini cuma tetangga kampung saja sampai musuhan begitu,” kata Nanik.
Berita Terkait
-
DPR Dukung Putusan MK, Anggaran MBG Tak Boleh Ambil Jatah Pendidikan
-
MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan, Berlaku Paling Lambat APBN 2028
-
Resmi, MK Larang Program MBG Pakai 20 Persen Anggaran Pendidikan
-
BGN Rilis Aplikasi Reviu MBG: Apakah Digitalisasi Menjawab Akar Masalah?
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin