- Dinkes Malang perluas layanan mobile VCT untuk percepatan penanganan HIV.
-
Kasus HIV didominasi usia produktif dan mahasiswa pendatang daerah.
-
Upaya perluasan layanan ditegaskan untuk menekan penyebaran HIV.
SuaraMalang.id - Kota Malang menggencarkan layanan mobile VCT untuk mempercepat penanganan kasus HIV yang terus ditemukan di wilayah tersebut.
Langkah ini dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang sebagai respon atas tingginya kebutuhan layanan tes dan konseling bagi masyarakat berisiko maupun penyintas.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan bahwa layanan bergerak tersebut dioptimalkan dengan menyasar berbagai titik sesuai hasil koordinasi bersama komunitas. Upaya ini diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kasus HIV.
“Kami berharap penyintas bisa terlayani dengan baik. Karena HIV ini kan pengobatannya selamanya,” kata dr Husnul, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, perluasan layanan diperlukan karena kasus HIV di Kota Malang masih terus ditemukan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk usia produktif.
Selain layanan bergerak, Dinkes juga memperluas cakupan VCT ke seluruh rumah sakit dan puskesmas. Layanan VCT merupakan konseling dan tes HIV secara sukarela yang membantu proses pencegahan hingga pengobatan bagi masyarakat dengan HIV (ODHIV).
Sebelum menjalani tes, masyarakat akan berkonsultasi dengan tenaga medis dari instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan peningkatan kasus HIV di wilayah itu. Berdasarkan data, tercatat 300 kasus sepanjang 2025, didominasi kelompok usia produktif. Penyebaran banyak dipengaruhi faktor gaya hidup, salah satunya melalui laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
“Kalau total keseluruhan yang pernah tertangani di layanan kesehatan kami, mulai dari rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan hampir 6.000 orang,” ujar Husnul.
Ia menambahkan, 70 persen penyintas HIV di Kota Malang berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan. Sementara 30 persen lainnya merupakan warga lokal.
“Pasien yang datang ini beragam, banyak juga dari kalangan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Melalui mobile VCT dan perluasan layanan tes, Dinkes berharap ruang penyebaran semakin sempit dan penanganan kasus HIV dapat dilakukan lebih cepat serta tepat sasaran. (Antara)
Berita Terkait
-
Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
-
Ketua DPRD Kota Malang Prihatin Banyak Korban Luka saat Demo Tolak RUU TNI: Nyawa Tak Bisa Diganti!
-
Aksi Tolak RUU TNI Meluas, Gedung DPRD Kota Malang Terbakar
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana
-
Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba