Aspek Edukatif: Tempat ini bisa menjadi pemicu diskusi tentang seni, kreativitas, dan pemanfaatan bahan ramah lingkungan. Anak-anak bisa belajar bahwa karya seni yang indah bisa diciptakan dari hal-hal sederhana di sekitar kita, sekaligus mengapresiasi keindahan alam dan arsitektur.
4. Pura Goa Gajah (Gianyar)
Mengunjungi pura bukan hanya kegiatan spiritual, tetapi juga bisa menjadi pelajaran sejarah yang menarik. Goa Gajah adalah situs purbakala yang penuh misteri dan cerita.
Aspek Edukatif: Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, anak-anak bisa menjadi arkeolog cilik. Ajak mereka mengamati relief kuno di dinding gua, area petirtaan, dan reruntuhan candi. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk belajar tentang sejarah kerajaan kuno di Indonesia.
5. Desa Penglipuran (Bangli)
Desa Penglipuran menawarkan pelajaran hidup tentang keharmonisan, kebersihan, dan pelestarian tradisi. Desa ini adalah salah satu desa terbersih di dunia.
Aspek Edukatif: Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga tata ruang desa yang unik dan seragam (konsep Tri Mandala). Mereka juga bisa belajar tentang arsitektur tradisional Bali dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau.
6. Kebun Raya Bali (Bedugul)
Berlokasi di Bedugul yang sejuk, Kebun Raya Bali adalah laboratorium alam terbesar di Bali. Ini adalah tempat yang sempurna untuk belajar tentang keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Mau Naik Bus Macito Gratis? Cek Dulu Aturan dan Cara Booking Terbaru 2025
Aspek Edukatif: Anak-anak bisa menjelajahi taman kaktus, rumah anggrek, dan hutan bambu. Mereka bisa belajar nama-nama tumbuhan dan pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia. Dengan area yang luas, ini juga menjadi tempat piknik keluarga yang ideal.
7. Pusat Penangkaran Penyu (Turtle Conservation and Education Center - TCEC), Serangan
Tempat ini menawarkan pengalaman yang menyentuh hati sekaligus edukatif. Di TCEC, anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan penyu.
Aspek Edukatif: Anak-anak akan belajar tentang siklus hidup penyu, ancaman yang mereka hadapi (seperti sampah plastik), dan pentingnya upaya konservasi.
Mereka bisa melihat tukik (bayi penyu) dan terkadang, jika beruntung, ikut serta dalam pelepasan penyu ke laut. Donasi di sini bersifat sukarela.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat