Scroll untuk membaca artikel
Bernadette Sariyem
Jum'at, 15 November 2024 | 20:10 WIB
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Baru Gresik, Kamis (14/11/2024). [ist]

SuaraMalang.id - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi kampung usaha produksi kripik usus dan ceker ayam di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Kamis (14/11/2024).

Kunjungan ini menyoroti potensi besar kampung tersebut dalam menghasilkan produk olahan ayam berbasis zero waste, sekaligus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Khofifah memuji konsep zero waste yang diterapkan oleh para pelaku usaha di kampung ini, di mana hampir semua bagian ayam dimanfaatkan, mulai dari daging hingga bulu ayam.

“Di sini sentra kampung olahan ayam yang zero waste. Semua telah berhasil dimanfaatkan mulai dari daging, usus, tembolok, hingga bulu ayam yang juga diolah,” ujar Khofifah.

Baca Juga: Gresik Berhasil Bongkar 19 Kasus Judi Online dan Narkoba dalam 18 Hari

Namun, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan standar operasional melalui sertifikasi halal bagi para pelaku usaha.

Khofifah menegaskan dua hal yang menjadi perhatian, yakni pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal (juleha) serta sertifikasi halal bagi produk kripik usus dan ceker. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

“Ke depan, lebih strategis jika mereka dilatih untuk mendapatkan sertifikasi juru sembelih halal. Ini penting untuk memastikan proses produksi dilakukan dengan cara yang halal dan memberi jaminan kepada konsumen,” tegas Khofifah.

Ia juga menambahkan bahwa program ini sudah dilakukan pada periode kepemimpinannya sebelumnya dan akan terus diperluas.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat langsung proses produksi di sentra usaha milik Nur Rohimah, seorang pengusaha yang telah menjalankan usaha ini selama 15 tahun.

Baca Juga: Foto Syur Picu Amuk Suami di Gresik, Istri Dianiaya Pakai Linggis

Ia melihat proses penjemuran ceker ayam, pengemasan produk, hingga pengelolaan distribusi yang sudah menjangkau toko-toko oleh-oleh dan ritel modern.

Produk ini, menurut Khofifah, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia menyatakan dukungannya untuk membantu pelaku usaha mendapatkan sertifikasi halal, PIRT, dan perizinan lainnya agar dapat memperluas pasar hingga tingkat global.

“Cemilan ini cukup digemari masyarakat. Dengan syarat perizinan yang lengkap, kita berharap produk lokal bisa semakin meluas bahkan go global,” ujarnya.

Pemilik usaha, Nur Rohimah, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Khofifah. Ia berharap bantuan berupa mesin pengering seperti oven dapat segera terealisasi untuk mempercepat proses produksi, terutama saat musim kemarau.

“Kami berharap ada dukungan berupa mesin pengering agar proses penjemuran bisa lebih cepat,” kata Rohimah.

Saat ini, Nur Rohimah mempekerjakan 13 karyawan, dan terdapat sekitar 50 pelaku usaha serupa di Desa Sidowungu.

Kampung ini juga aktif mengikuti pelatihan dari Dinas KUMKM Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas produk.

Menurut Rohimah, produk kripik usus dan ceker dari kampung ini telah menarik perhatian hingga tingkat internasional. Ia mengungkapkan bahwa baru-baru ini produk mereka ditawarkan untuk mengikuti pameran di Macau.

“Alhamdulillah, kami terus meningkat. Bahkan, kemarin sempat ditawarkan untuk ikut pameran di Macau,” pungkasnya.

Kunjungan Khofifah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku UMKM lokal, terutama di sektor makanan dan minuman.

Dengan langkah strategis seperti sertifikasi halal dan penguatan perizinan, produk UMKM Jawa Timur diharapkan dapat bersaing di pasar global.

Kontributor : Elizabeth Yati

Load More