SuaraMalang.id - Bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang dan sedang mencari oleh-oleh, kawasan Sanan yang berada di kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, selalu menjadi destinasi yang tak pernah ketinggalan. Di sinilah pusat dari Sentra Industri Keripik Tempe Khas Malang yang selalu ramai oleh pengunjung, terutama di bulan Ramadan hingga musim mudik Lebaran setiap tahunnya.
Sebagai kawasan sentra industri, deretan usaha rumahan yang berada di dalam gang hingga outlet berjejeran di pinggir jalan bisa dijumpai di kawasan tersebut. Salah satu yang jadi favorit dan selalu dipenuhi pengunjung adalah Keripik Tempe Rohani yang saat ini dijalankan oleh Maria Ulfa. Berawal dari industri rumahan hingga saat ini menjadi salah satu merek pilihan oleh-oleh khas Malang.
Maria bercerita bahwa usaha keripik tempe ini awalnya dibangun oleh kedua orang tuanya sejak tahun 1988. Nama Rohani sendiri dipilih karena merupakan nama sang ayah.
“Awalnya dulu kita belum ada outlet, masih usaha rumahan. Jadi, mulai dari proses produksi sampai pemasaran semuanya dari rumah. Alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin meningkat, sampai di tahun 2011 itu kami ada kesempatan dan rezeki untuk punya outlet di pinggir jalan raya. Dari situ Alhamdulillah Rohani semakin dikenal,” ceritanya.
Industri keripik tempe sebagai oleh-oleh khas yang dikelolanya ini bukan berarti tanpa tantangan. Banyaknya pelaku usaha serupa di kawasan Sanan yang membuat Maria harus terus memikirkan strategi bisnis yang tepat agar Keripik Tempe Rohani punya ciri khas tersendiri.
“Strategi yang kita lakukan ada di peningkatan pelayanan, mempertahankan kualitas produk, dan juga melakukan inovasi. Jadi selain memproduksi keripik tempe, kami juga punya produk inovasi, seperti brownies tempe, spiku tempe dan cookies tempe. Selain itu, kami mengikuti perkembangan zaman. Kalau dulu pemasaran hanya offline, sekarang ada online juga. Di channel-channel penjualan online kami ada semua. Supaya kita nggak ketinggalan zaman dengan anak muda sekarang,” lanjutnya.
Pada tahun 2011, Keripik Tempe Rohani ingin mengembangkan bisnisnya dan membutuhkan modal cukup besar. Saat itulah pinjaman KUR dari BRI yang diajukan oleh ibunya membantu proses tersebut.
“Pinjaman KUR dari BRI ini sebenarnya kami terima waktu awal kami mulai punya outlet. Waktu itu kan butuh modal untuk mengisi toko, karena dari yang tadinya hanya di rumah pindah ke outlet pasti butuh banyak biaya seperti untuk display dan untuk barang-barang lain selain keripik tempe. Alhamdulillah kami mendapat pinjaman dari BRI yang membantu kami untuk muter usaha juga dan semakin berkembang sampai sekarang,” kenang Maria.
Keripik Tempe Rohani sendiri juga merupakan UKM binaan Rumah BUMN. Maria menilai banyak kegiatan positif dari Rumah BUMN yang membantu kemajuan usahanya. “Kalau untuk pendampingan, kami juga UKM binaan Rumah BUMN. Nah itu kami ada kesempatan bisa diajak pameran, kami sempat ikut event Pesta Rakyat Simpedes BRI. Sempat juga produk kami dibawa BRI ekspor ke Meksiko kalau nggak salah. Selain itu kalau ada kelas-kelas bisnis dari Rumah BUMN, diundang juga supaya bisa lebih upgrade dengan ilmu bisnis,” lanjutnya.
Tingginya Permintaan di Bulan Ramadan
Di musim high season seperti Ramadan hingga mudik Lebaran, Maria mengaku permintaan produk Keripik Tempe Rohani juga ikut meningkat.
“Jadi kalau misal penjualan harian biasanya hanya 1 digit, sekarang bisa sampai 2 digit. Untuk peningkatannya bisa sekitar 50-60%, bahkan sebelum pandemi itu sampai 100% per hari,” ungkapnya.
Ia pun melakukan antisipasi dengan menyiapkan stok produksi yang sudah dijadwalkan sejak H-7 puasa. Bahkan selama Ramadan hampir tidak ada libur karena tingginya permintaan yang tidak hanya datang dari wisatawan, tapi juga dari reseller, toko oleh-oleh, hingga instansi yang sudah berlangganan.
“Sebelum H-7 itu sudah kami tuntaskan pesanan reseller dan kami distribusikan, setelah itu kami bisa fokus di penjualan retail di toko. Jumlah pengunjung mulai meningkat di toko H-7 Lebaran. Kalau masih awal-awal puasa masih sepi, jadi bisa kita fokuskan pada orderan reseller itu”, lanjut Maria.
Ke depannya, Maria berharap agar ia dan usahanya Keripik Tempe Rohani bisa semakin aktif lagi diajak mengikuti event-event BRI, baik itu pameran maupun pembinaan dari Rumah BUMN. Bagi yang sedang atau akan merencanakan mudik ke kota Malang, Keripik Tempe Rohani bisa menjadi alternatif pilihan oleh-oleh khas daerah yang tak pernah ketinggalan zaman.
Berita Terkait
-
Yuk! Meriahkan HUT Ke-26 BUMN dengan Beragam Promo dari BRI
-
Mudik Asyik Bersama BUMN 2024, BRI Group Berangkatkan 12.173 Pemudik
-
Sedekah, Zakat, dan Infak Kini Lebih Mudah dan Cepat Lewat BRImo
-
Bos BRI: AI Adalah Cara Kami Humanisasi Layanan Digital Perbankan
-
Klaster Usaha Rumput Laut Kampung Pogo Mampu Tingkatkan Perekonomian Nelayan Pesisisr Sulawesi Selatan
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub
-
Pengamanan Wisata Malang Diperketat Jelang Nataru, Polisi Siaga di 183 Destinasi Favorit!
-
54 Napi Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi Natal 2025, Tak Ada yang Langsung Bebas!
-
Arema FC vs Madura United Berakhir Dramatis, Duel Sengit di Kanjuruhan Gagal Beri Tiga Poin