SuaraMalang.id - Selebgram tenar, Siskaeee, dikabarkan segera menjalani pemeriksaan terkait keterlibatan dugaan rumah produksi film porno, Kelas Bintang, yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pemeriksaan ini diagendakan berlangsung pada Jumat ini, 15 September, sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh AKBP Ardian Satrio Utomo, Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Melalui unggahan terbarunya di Instagram, Siskaeee tampak menguatkan dirinya dengan menuliskan, "I'm strong! I'm brave! I'm beautiful! I'm enough!"
Meskipun belum memberikan klarifikasi lebih lanjut, unggahan tersebut menciptakan gelombang reaksi dari warganet, yang sebagian besar menunjukkan rasa penasaran dan dukungan terhadap Siskaeee.
Akun Instagram dengan nama @vip_siskaeeenya3 bahkan menanyakan langsung kebenaran informasi yang beredar, "ada berita tentang penangkapan gara-gara film, apa itu benar atau hoax?."
Sementara itu, akun lain menyatakan bahwa Siskaeee dicari oleh Polda Metro Jaya, namun Selebgram itu menjawab dengan semangat, "Siap menghadap."
Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, rumah produksi yang diduga terlibat dalam skandal ini sudah beroperasi sejak 2022 dan telah memproduksi sekitar 120 film porno.
Mayoritas produksi film dilakukan di studio yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan untuk menentukan sejauh mana keterlibatan Siskaeee, termasuk mengidentifikasi berapa banyak video yang menampilkan dirinya.
AKBP Ardian Satrio Utomo mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah awal dalam proses pemanggilan para talent yang terlibat. "Rencana dalam minggu ini akan kita lakukan pemanggilan, mulai hari ini kita sudah melakukan pemanggilan," ucapnya.
Baca Juga: Kini Menyesal, Dulu Virly Virginia Ngaku Masuk ke Dunia Pornografi Itu Asyik: Bisa Cuci Mata
Sementara itu, dukungan terus mengalir untuk Siskaeee dengan banyak warganet mengungkapkan rasa solidaritas mereka. Seorang pengguna Instagram dengan akun @yu************ mengungkapkan, "Semangat Kak Siska," dan diikuti oleh akun lain yang menambahkan, "Kami bersama Siskaeee."
Di tengah kegaduhan ini, publik dengan sabar menunggu klarifikasi dan pengembangan lebih lanjut dari kasus yang tengah mengguncang dunia hiburan tanah air. Diharapkan agar kebenaran segera terungkap dan memberikan keadilan untuk semua pihak yang terlibat.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Kini Menyesal, Dulu Virly Virginia Ngaku Masuk ke Dunia Pornografi Itu Asyik: Bisa Cuci Mata
-
Bakal Diperiksa Kasus Pornografi, Siskaeee Malah Puji-Puji Dirinya Sendiri
-
Fakta-fakta Kontroversial Kasus Siskaeee yang Gemparkan Publik
-
Irwansyah Sutradara Film Porno Jaksel Dulunya Tukang Urut dan Aktif Pengajian
-
Diminta Blokir Video Porno Kelas Bintang, Menkominfo Budi Arie: Saya Belum Nonton
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal