SuaraMalang.id - Senior Manager Medical Underwriter Sequis dokter Fridolin Seto Pandu menerangkan, kebiasaan mengonsumsi gula yang terus meningkat, khususnya pada kalangan muda, menjadi salah satu faktor tingginya kasus diabetes. Maka, memilih asupan makanan dan minuman rendah gula adalah salah satu cara untuk menekannya.
Dia, melalui siaran pers, Senin (14/11/2022), mengatakan bahwa satu gelas es kopi susu kekinian misalnya, ada yang mengandung 25 sendok teh gula per sajian atau setara dengan 400 kalori. Sementara jumlah gula yang boleh dikonsumsi idealnya 10 persen dari kebutuhan energi total. Apabila kebutuhan kalori 1.500 kalori, maka asupan gula maksimal yakni 150 kalori.
Fridolin lalu menyarankan orang-orang memilih asupan rendah gula, termasuk membatasi karbohidrat agar jangan melebihi kebutuhan harian. Menurut dia, orang-orang boleh saja menyantap hidangan manis tetapi sebaiknya kurangi porsi dan durasi konsumsinya hingga nanti terbiasa memesan minuman kekinian tanpa gula.
Saran lainnya agar terhindar dari risiko penyakit diabetes yakni melakukan olahraga atau latihan fisik secara rutin. Latihan beban sangat baik karena otot akan membakar gula dan meningkatkan kerja insulin.
Selain itu, rutin berolahraga dapat menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan kesehatan mental, dan menjaga suasana hati juga mengurangi risiko stres.
Orang-orang juga perlu menerapkan pola hidup sehat meliputi konsumsi makanan dan minuman bergizi dan seimbang, cukup istirahat dan tidur teratur, pengelolaan stres dan berpikir positif, serta secara perlahan menghentikan kebiasaan merokok, soda, dan alkohol.
Hal lainnya yang juga diperlukan yakni memeriksakan kadar gula darah secara berkala untuk memonitor kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini penyakit diabetes.
Bagi mereka dengan kondisi tubuh sehat dan tidak berisiko tinggi terhadap diabetes, maka dapat melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali.
Sementara orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, atau memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, mengalami obesitas, serta berusia 40 tahun ke atas disarankan memeriksakan kadar gula darah lebih sering sesuai petunjuk dokter.
Baca Juga: Awas! Asupan Gula Berlebihan pada Anak Bisa Tingkatkan Risiko Sindrom Metabolik
Dia mencatat prevalensi diabetes akan sulit ditekan jika masyarakat masih terus terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, terdapat sekitar 19,5 juta orang Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengalami diabetes di Indonesia.
“Kebiasaan minum dan makanan manis dalam jumlah banyak dan rutin dapat membuat tubuh mengalami resistensi insulin," kata Fridolin.
Resistensi insulin yakni sel-sel tubuh tidak mampu menggunakan gula yang masuk ke dalam tubuh karena terjadi gangguan respon insulin atau dikenal dengan prediabetes. Insulin berguna untuk membantu proses metabolisme gula darah.
"Jika tidak segera diobati maka dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit diabetes dan penyakit komplikasi lainnya, seperti stroke, hipertensi, jantung koroner, dan disfungsi ereksi karena diabetes adalah 'induk' dari segala penyakit degeneratif,” ujar Fridolin.
Head of Digital Channel Sequis, Antonius Tan menambahkan, mengurangi konsumsi asupan yang manis dan menjalankan pola hidup sehat termasuk bentuk proteksi dari dalam agar terhindar dari masalah kesehatan yang bisa menggerus harapan hidup.
Menurut dia, tubuh yang sehat akan memampukan orang-orang beraktivitas. Namun, sambung dia, mereka juga sebaiknya mempertimbangkan proteksi dari luar karena pertambahan usia tidak dapat dihindari.
Berita Terkait
-
Awas! Asupan Gula Berlebihan pada Anak Bisa Tingkatkan Risiko Sindrom Metabolik
-
Segini Asupan Gula Maksimal bagi Anak Setiap Harinya agar Tidak Terkena Sindrom Metabolik
-
Hati-hati, Asupan Gula Berlebih Bisa Berbahaya Bagi Anak, Berapa Batasan yang Tepat?
-
Heboh Somasi Esteh Indonesia, Kenali Asupan Gula Ideal Agar Tubuh Bebas Penyakit
-
Resep Es Kopi Susu Regal dan Es Susu Regal, Gak Kalah Enak Dengan Buatan Kafe
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi
-
BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Hadiahkan Sepeda untuk Temani Langkah Menuju Cita-Cita
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal