Saat pemilik rumah membuka pintu, anak-anak akan berseru, "Trick or treat [Mau aku jahili atau kasih permen?".
Tradisi ini bermula pada abad-15 di Inggris, Wales, Flanders, Bavaria, dan Austria. Sekelompok orang miskin--biasanya anak-anak--mengetuk satu pintu ke pintu lainnya selama Allhallowtide untuk mengumpulkan kue jiwa atau "soul cake", dan sebagai gantinya, mereka akan mendoakan jiwa-jiwa yang sudah pergi, terutama jiwa dari teman atau kerabat si pemberi kue. Praktik ini disebut souling.
Kue jiwa sendiri sering dihiasi dengan tanda salib, yang menunjukkan bahwa kue itu dibuat sebagai sedekah. Saat melakukan souling, orang Kristen biasanya membawa lentera dari lobak yang diberi lubang, yang mulanya dianggap mewakili jiwa-jiwa orang mati.
Bukan itu saja, masih bersenggolan dengan tradisi memakai kostum unik, praktik trick-or-treating disebut-sebut berakar dari praktik mumming pada abad pertengahan, yang erat hubungannya dengan souling. Gereja Kristen di Jerman, Skandinavia, dan sebagian lain Eropa dikatakan memiliki banyak hari raya yang berkaitan dengan sandiwara mumi, termasuk All Hallows' Eve.
Saat mumming, orang-orang memakai topeng dalam pakaian mewah sambil berparade di jalan-jalan dan memasuki rumah-rumah untuk menari atau bermain dadu dalam keheningan.
Asal-usul Labu jack-o'-lantern
Jack-o'-lantern biasanya dibawa oleh orang-orang yang menyamar dengan kostum mereka pada All Hallows' Eve untuk menakut-nakuti roh jahat.
Adapun sebuah cerita rakyat Kristen Irlandia yang terkenal berkaitan dengan jack-o'-lantern. Dalam cerita rakyat tersebut, jack-o;-lantern disebutkan mewakili jiwa yang telah ditolak masuk ke surga dan neraka.
Diceritakan, dalam perjalanan pulang setelah minum-minum semalaman, Jack bertemu dengan iblis dan menipunya sampai si iblis mau memanjat pohon.
Baca Juga: Siapa Bilang di Arab Saudi Nggak Ada Pesta Halloween? Ini Buktinya
Jack pun segera menggoreskan tanda salib ke kulit kayu, membuat iblis itu terjebak. Lalu, ia menawarkan bantuan asal si iblis tak mengklaim jiwa Jack.
Setelah hidup penuh dosa, miras, dan kebohongan, Jack pun dikisahkan ditolak masuk surga setelah meninggal. Namun, ia juga ditolak di neraka, mengingat si iblis pun menepati janjinya.
Akhirnya, Jack dilempari batu bara langsung dari api neraka. Karena malam itu sangat dingin, Jack meletakkan batu bara itu ke dalam lobak yang dilubangi agar apinya tidak padam. Sejak saat itu, Jack dan lenteranya berkeliaran mencari tempat untuk beristirahat.
Di Irlandia dan Skotlandia, warga lokal memiliki tradisi mengukir lobak saat Halloween, tetapi kemudian para imigran di Amerika Utara menggunakan labu asli, yang jauh lebih lembut dan jauh lebih besar, sehingga lebih mudah diukir daripada lobak.
Berita Terkait
-
Siapa Bilang di Arab Saudi Nggak Ada Pesta Halloween? Ini Buktinya
-
Profil Lee Jihan, Idol Korea yang Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon
-
Mengerikan! Inilah Daftar Tragedi Kerumunan Paling Mematikan di Dunia
-
Sosok Lee Ji Han, Artis Korsel Tewas Dalam Tragedi Itaewon Lengkap dengan Profilnya
-
Berita Duka, Lee Ji Han Produce 101 Season 2 Jadi Korban Halloween Itaewon
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal