Petugas medis memasukkan jenazah korban tragedi kanjuruhan bernama Reivano Dwi Afriansyah untuk pendataan di Kamar Jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, Jumat (21/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp].
"innalillahi wa inna illaihi rojiun, makin bertambah jumlah korban. Tapi orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab malah saling lempar tanggung jawab, merasa benar sendiri, menjalani hidup seolah tak bersalah apa-apa. Semoga, semoga ada balasan dari semua ini," komen @Fina***
Kontributor : Fisca Tanjung
Tag
Berita Terkait
-
Setelah 21 Hari Tragedi Kanjuruhan, Satu Aremania Meninggal, Dokter: Ada Luka di Kepala, Tulang Dada dan Selangka
-
Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Aremamedia: Revano Korban Meninggal ke 134
-
Kemarin Ketum PSSI Diperiksa, Sekarang Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 134 Orang
-
Tragedi Kanjuruhan: Murid SMK Negeri 4 Malang Menjadi Korban Meninggal yang ke 134
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional
-
Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan