Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Senin, 19 September 2022 | 22:26 WIB
Tim Basarnas menjelaskan proses pencarian mahasiswa Pasuruan hilang di Bukit Krapyak Mojokerto [Foto: Beritajatim]

SuaraMalang.id - Sudah sepekan lamanya Raffi Dimas Badar (20) mahasiswa asal Pasuruan Jawa Timur ( Jatim ) hilang saat kemping di Bukit Krapyak Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Ia dinyatakan hilang pada Minggu (11/09/2022). Sejak saat itu pencarian sudah dilakukan oleh ratusan anggota tim gabungan. Bahkan pencarian sudah melibatkan anjing pelacak.

Namun keberadaan Dimas sampai sekarang belum juga ditemukan. Pencarian terakhir, petugas gabungan telah mencarinya di Gua Cina dan Puthuk Puyang. Namun keberadaan mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini masih gelap.

Seperti dijelaskan Komandan Tim Basarnas Surabaya, Octavino, sesuai assessment, pihaknya mengirim tim membawa provider untuk melacak Handphone (HP) yang dibawa oleh korban. "Kita coba melacak signal seluler-nya," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (19/09/2022).

Baca Juga: Pabrik Pengolahan Bonggol Jagung Terbakar Hebat Gegerkan Warga Dawarblandong Mojokerto

Namun sebanyak 65 orang personel gabungan belum juga menemukan keberadaan korban. Tim telah melakukan ESAR (Explore Search and Rescue) terhadap lokasi yang belum disisir. Yakni Pusung Malang.

"Untuk total jarak yang ditempuh dari pencarian ini dari peta itu sekitar 30 km. Ditambah area Tahura (Taman Hutan Raya R Soerjo) seluas 3 hektar. Pencarian ini sampai Puthuk Pundak bahkan sampai Welirang juga," ujarnya.

Namun pihaknya memastikan jika survivor tidak sampai ke Puthuk Pundak ataupun Gunung Welirang. Hal ini lantaran kondisi medan yang tidak memungkinkan apabila dilewati oleh survivor tanpa alat mountaineering yang memadai.

"Rata-rata kalau 5 hari tanpa ini kan bisa hipotermia, misal membuka baju (basah karena keringat red). Namun kita cari tanda-tanda mulai dari slayer, sarung tangan, lalu sandal yang dibawa itu tidak ada sama sekali yang ditemukan oleh tim," ujarnya.

Sesuai Sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), pencarian orang hilang atau tenggelam dihentikan apabila sudah dilakukan selama tujuh hari namun belum membuahkan hasil. Operasi pencarian akan dibuka kembali jika ada tanda-tanda keberadaan survivor.

Baca Juga: Keren! Busana Jennie BlackPink di Video 'Shut Down' Ternyata Buatan Anak Mojokerto

"Pencarian sampai tujuh hari, iya (pencarian korban hilang ditutup). Tapi kalau ada tanda-tanda keberadaan korban, maka pencarian akan dibuka kembali," katanya.

Sebelumnya, seorang pendaki bernama Raffi Dimas Baddar (20) dikabarkan hilang saat camping di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Korban terakhir terlihat pada, Minggu (11/9/2022) sekira pukul 05.00 WIB.

Mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini bersama 11 orang temannya dari Pasuruan datang ke wisata Bukit Krapyak. Rombongan datang pada, Sabtu (10/9/2022) sekira pukul 18.30 WIB.

Rombongan camping dengan mendirikan tenda di kawasan hutan petak 24C lokasi Wisata Bukit Krapyak, kelas hutan pinus masuk wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Claket, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pacet, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan.

Load More