SuaraMalang.id - Perkelahian dua lelaki terjadi di jalanan Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ). Adalah eks Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Banyuwangi Hari Cahyo Purnomo, berantem dengan S. Yono Abbas, Kamis (25/8/2022).
Peristiwa ini terjadi di Jalan Mataram Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi, sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasi persisnya di depan TK, usai keduanya menjalani persidangan di Pengadilan Agama (PA) setempat. Aksi keduanya bahkan sampai dilerai warga.
Akibat insiden itu, S Yono sampai mengalami patah kaki kanan hingga dilarikan ke RSUD Blambangan. Sementara Hary Cahyo Purnomo langsung diamankan aparat kepolisian di TKP untuk menjalani pemeriksaan.
Ditemui di RSUD Blambangan, Cak No mengatakan perkelahian antara dirinya dengan Hary Cahyo Purnomo berawal dari persoalan sidang gugatan di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, antara Hary Cahyo dan istrinya Tutik Suryantini.
Saat sidang, Cak No mengaku kalau menjadi saksi dari istri Hary Cahyo. Sebab ia tidak ingin Hary Cahyo yang masih ada ikatan saudara dengan Cak No bercerai dengan Tutik Suryantini.
"Hary itu sebenarnya masih saudara sama saya. Makanya saya tidak ingin Hary menggugat cerai istrinya. Lantaran, kasihan dengan anak-anaknya," katanya seperti dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.
Tetapi, kata Cak No, saat proses sidang di PA Banyuwangi berlangsung, ternyata Hary mengaku tidak mengenalinya di hadapan majelis hakim. "Sebenarnya saya bukan mempersulit, tetapi hanya ingin mempertahankan rumah tangga mereka," ujarnya.
Namun, masih kata Cak No, kehadiran dirinya sebagai saksi ternyata membuat Hary Cahyo tidak terima. Sehingga terjadilah insiden tersebut tepat di depan TK Rahmatullah, Kelurahan Tamanbaru, ketika pulang dari persidangan.
Di TKP itu, Hary tiba-tiba hendak memukul dirinya. Namun, pukulan pertama tersebut berhasil dihindarinya. Tetapi, Hary yang dalam kondisi emosi terus melayangkan pukulan serta mendorongnya hingga jatuh.
Baca Juga: Dinilai Menghina Kiai, Kader Sepuh NU Banyuwangi Polisikan Suharso Manoarfa
"Saya didorong sampai jatuh, sampai akhirnya dipisah oleh masyarakat sekitar TKP. Serta ada aparat Kepolisian yang sedang melakukan Patroli," bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja belum bisa memberikan keterangan secara resmi atas kejadian tersebut.
"Kita belum mendapatkan laporannya, nanti jika sudah ada akan kita berikan keterangan secara resmi," tegasnya.
Sementara Kuasa Hukum Hary Cahyo, Siti Nurhayati ternyata juga belum mengetahui adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan kliennya tersebut. Tetapi, Nurhayati membenarkan bahwa Hary sebagai kliennya dalam perkara gugatan cerai yang diajukan ke PA Banyuwangi.
"Saya malah tidak mengetahuinya, dikarenakan setelah sidang semua pihak pastinya pulang. Setelah itu, kita tidak sampai menangani perkara penganiayaannya. Kita hanya diberi kuasa atas perkara gugatannya saja," jawabnya saat dikonfirmasi lewat telepon seluler.
Berita Terkait
-
Dinilai Menghina Kiai, Kader Sepuh NU Banyuwangi Polisikan Suharso Manoarfa
-
Pilu! Dua Bocah Banyuwangi Tewas Tenggelam di Kolam Ikan
-
6 Tempat Angker di Indonesia, Sudah Pernah Datangi?
-
Warga Pakel Banyuwangi Dipolisikan Terkait Kasus Dugaan Pembalakan Liar
-
Profil Bang Dzoel, Fotografer Difabel Asal Banyuwangi Meninggal Dunia
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional
-
Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo