SuaraMalang.id - Tradisi menerbangkan balon udara di Kabupaten Ponorogo masih saja terjadi. Meskipun kepolisian setempat sudah melarangnya.
Misalnya pada Lebaran 2022 ini. Polisi setempat sedikitnya mengamankan 11 barang bukti balon udara dalam seminggu perayaan lebaran Idulfitri 1443 hijriah.
Balon-balon itu diamankan dari 6 kecamatan yang ada di Ponorogo. Rinciannya, Kecamatan Ponorogo Kota ada 3 balon, Kecamatan Siman 1 balon, Kecamatan Sukorejo 2 balon.
Kemudian di Kecamatan Badegan 1 balon, Kecamatan Kauman 3 balon, dan Kecamatan Sampung 1 balon. Pengamanan ini berdasar hasil razia kepolisian setempat.
Hal ini disampaikan Kapolres Ponorogo AKBP AKBP Catur C. Wibowo. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah berperan aktif dalam upaya pencegahan penerbangan balon udara dan petasan.
"Kita apresiasi kepada seluruh petugas kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas atas dedikasi tugas dan melaksanakan petunjuk dan arahan pimpinan terkait larangan penerbangan balon udara dan petasan," kata Catur, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Minggu (8/5/2022).
Selain balon udara, di Ponorogo yang juga sangat diwaspadai adalah peredaran petasan. Terkait petasan, Catur mengaku pihaknya sudah bertindak tegas dan terukur. Selama bulan Ramadan lalu, hingga bulan Syawal ini, sudah ada puluhan orang yang diamankan.
Mereka yang ketahuan memiliki petasan atau bahan peledak sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dengan penetapan tersebut, otomatis mereka akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang ada.
"Terkait petasan ini, sudah ada beberapa orang yang kita tetapkan sebagai tersangka. Ini akan diproses sesuai dengan aturan hukum," katanya.
Baca Juga: Wonosobo Gelar Festival Balon Udara, Warganet: Cappadocia Lokal
Catur menambahkan bahwa angka barang bukti temuan balon udara dan petasan grafiknya menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Tentunya hal tersebut patut kita syukuri bersama, karena angka barang bukti temuan balon udara dan petasan grafiknya menurun dari tahun sebelumnya," kata Catur.
"Dengan hasil itu, tentu harkamtibmas yang kondusif bisa realisasikan di momen lebaran tahun ini. Pelaksanaan razia balon udara dan petasan saat dan sebelum lebaran, alhamdulillah dapat berjalan maksimal," katanya.
Berita Terkait
-
Wonosobo Gelar Festival Balon Udara, Warganet: Cappadocia Lokal
-
Terpopuler Kemarin, Warga Terbangkan Balon Udara Bertuliskan Rusia, Diduga Terjadi di Madura
-
Tertimpa Balon Udara, Rumah Sulastri Nyaris Terbakar
-
Heboh Warga Madura Terbangkan Balon Udara Bertulis Rusia, Warganet: Kirim Video Ini ke Putin
-
Bahaya Buat Pesawat, Ini Alasan Kenapa Balon Udara Dilarang Diterbangkan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang