SuaraMalang.id - Peristiwa penculikan anak di Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur sempat membuat warganet geger. Namun, usut punya usut, penculikan tersebut tidak benar alias hoaks.
Rupanya, penculikan itu tidak benar dan hanya dibuat-buat oleh sang anak. Hal itu dilakukan karena sang anak ketakutan disuruh orang tua untuk kembali ke pondok. Akhirnya dia kabur dari rumah dan mengarang cerita soal penculikan.
Usai video yang memperlihatkan kondisi keluarga bocah yang diculik itu viral, pihak keluarga pun mengunggah video klarifikasi.
Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @infomalangraya, terlihat dua pria dan satu bocah laki-laki sedang duduk di kursi.
Seorang pria yang mengenakan topi mengatakan permohonan maaf dan mengaku jika penculikan tersebut adalah hoaks.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, keluarga atas nama (....), ini sekeluarga memohon maaf sebesar-besarnya, semua ini hoaks, hanya karena anak ini takut pada orang tua, diminta kembali ke pondok," ujar seorang pria dalam video.
Sebelumnya, beredar sebuah video dengan narasi penculikan anak di kawasan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Dijelaskan, kronologi penculikan tersebut yakni saat si bocah pulang dari masjid kemudian tangannya diikat dan mulutnya ditutup lalu dibawa menggunakan sepeda motor.
Anak tersebut dikatakan berhasil berontak dan terjatuh dari motor. Sementara pelaku melarikan diri.
Baca Juga: Masih Temukan Pelanggaran, Polresta Malang Kota Minta Pelaku Usaha Patuhi Ketentuan Operasional
Unggahan tersebut pun banjir komentar dari warganet.
"makanya, kalau bukan kemauannya anak jangan dipaksa mondok," ujar feby***
"jangan pernah memaksa anak harus nurut dengan apa yang kita mau. Karena anak juga punya hak untuk memilih apa yang anak suka, nyaman. Kalau dipaksa jadinya anak suka bohong sama orang tua dan gak bisa leluasa memilih bidang yang dia suka dan nyaman. Saya disini juga masih tahap belajar untuk mengerti mau dan minat anak saya seperti apa, tapi saya akan selalu mendukung anak saya asal itu baik. Yuk sama sama belajar memahami anak," tutur dita***
"selamat warga malang kena prank bocah," ucap nhina***
"intinya anak itu jangan dipaksa tapi diarahkan. Kebanyakan, kalau anak dipaksa mesti ada aja hal-hal macam begini," kata cahlu***
"wah sudah terlanjur nyebar di grup WA keluarga, taunya tidak jadi," ujar hendi***
Berita Terkait
-
Membongkar Kasus Penculikan Anak Lewat Buku Anak-Anak Masa Lalu
-
Bocah 9 Tahun Di Cianjur Nyaris Jadi Korban Penculikan, Pelaku Iming-imingi Korban Uang Rp10 Ribu
-
Remaja Putri Magetan Bungkam Ditanya Siapa Bapak dari Bayi yang Dikandungnya, Kasus Penculikan Pelajar Terungkap
-
Polisi Akhirnya Bekuk 4 Pelaku Penculikan Pelajar yang Sempat Hebohkan Surabaya, Motifnya Persoalan Utang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat
-
Anti Bau Matahari! Ini 5 Parfum Wanita 2026 yang Makin Wangi Saat Berkeringat
-
Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
-
Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
-
Tetap Segar Saat Olahraga: Ini 5 Rekomendasi Parfum Ringan yang Tak Bikin Pusing di Gym