Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Selasa, 08 Februari 2022 | 20:54 WIB
INFOGRAFIS: Perkembangan Vaksin Merah Putih Unair

SuaraMalang.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemarin menyatakan kalau Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (UNAIR) sudah bisa dilakukan uji klinik kepada manusia.

Kemudian Unair menegaskan kalau uji klinik anak dilakukan besok. Merespons soal Vaksin Merah Putih ini, Koordinator Produk Riset COVID-19 Universitas Airlangga Surabaya Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengaku optimistis vaksin akan menjalani uji klinis fase 1 dapat menangkal Virus Corona varian Omicron.

"Kami sangat optimistis vaksin Merah Putih dapat menangkal Omicron," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (08/02/2022).

"Karena dari hasil pre klinis yang telah dilakukan tim peneliti Unair terhadap hewan makaka, tingkat efikasi vaksin menunjukkan hasil bagus yakni, 98 persen," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Didorong Tertibkan Penghuni Rusunawa, Beberapa Penghuni Bahkan ASN

Vaksin Merah Putih telah diuji hingga ke varian Delta, varian yang disebut mempunyai tingkat penyebaran paling parah dibanding varian lain.

Ia mengungkapkan saat kasus COVID-19 varian Delta, efikasi yang terdapat pada vaksin jenis lain sempat menurun 10 persen hingga 15 persen, namun masih di angka 65 persen sampai 75 persen.

"Kalau analoginya jika (vaksin) lain turun (efikasinya) di Delta tapi masih (dinilai bagus) efiksinya. Apalagi kami sudah uji tantang di varian Delta," ucapnya.

Dia optimistis kalau Delta saja bisa diatasi dengan vaksin ini, Insyaa Allah varian Omicron bisa. "Karena ini (Omicron) menular cepat, tapi keparahannya tidak separah Delta," katanya menambahkan.

Meski begitu, Prof. Nyoman mengungkapkan dalam uji klinis fase pertama, akan banyak kesiapan dan kehati-hatian yang dilakukan pihaknya.

Baca Juga: Viral Pria Dianiaya dan Mobilnya Diambil Paksa Debt Collector di Suramadu, Warganet: Ya Ampun Om, Ga Kasihan..!

Bahkan, kata dia, pre klinis harus dilakukan secara dua kali untuk memastikan tingkat efikasi dan keamanan vaksin.

Load More