Tetap saja, data yang terlihat di Afrika Selatan dan sejumlah negara seperti Inggris dan AS, menunjukkan konsistensi bahwa varian ini tak begitu berbahaya meski memang jauh lebih menular.
Sementara itu sejumlah produsen vaksin COVID-19 mengklaim bahwa vaksin mereka efektif melawan Omicron.
Rangkaian informasi yang dianggap prematur oleh sebagian kalangan tersebut membuat sejumlah pihak beranggapan bahwa varian yang tidak lagi mematikan adalah petunjuk mengenai kemungkinan segera berakhirnya pandemi.
Salah satu di antaranya adalah koran bisnis terkemuka Wall Street Journal yang menyebut 'mutasi memang terdengar mengerikan, tetapi mutasi bisa membuat patogen menjadi kurang begitu berbahaya."
Banyak yang berharap Omicron menjadi petunjuk untuk kian dekatnya babak akhir pandemi COVID-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia.
Tetapi kebanyakan pandemi memang baru musnah dua setengah tahun atau tiga setengah tahun setelah mengharu biru dunia. Sejak pandemi flu Spanyol 1918 sampai pandemi flu babi 2009, patogen-patogen melewati kurun masa seperti itu.
Virus penyebab pandemi biasanya akan terus bermutasi untuk kemudian menjadi endemik yang lebih mudah dikelola dan tak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari. Ini pula yang terjadi pada strain influenza yang menyebabkan pandemi flu 1918.
Para virolog berharap SARS-CoV-2 pun akan seperti flu Spanyol, sambil menunjuk kecenderungan berkurangnya tingkat keberbahayaan virus corona yang bisa terjadi karena vaksin, obat-obatan yang lebih mudah didapatkan, kekebalan tubuh mereka yang pernah tertular, dan tentunya protokol kesehatan.
Technical Head COVID WHO Maria Van Kerkhove sendiri menyebut 2022 sebagai tahun di mana pandemi COVID-19 pupus secara global.
Baca Juga: Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah
Sedangkan penelitian yang dibuat Mckinsey menyatakan COVID segera diumumkan sebagai non pandemi tahun depan. Alasannya, tahun depan tingkat vaksinasi global akan membesar dan obat anti-COVID sudah tersebar luas sehingga mudah didapatkan.
Namun demikian, sedia payung sebelum hujan dengan setia kepada protokol kesehatan adalah tetap yang terbaik.
Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Vietnam, Korea Selatan dan Jepang bisa menekan kasus COVID-19 serendah-rendahnya di antaranya karena setia kepada protokol kesehatan yang bahkan sudah menjadi gaya hidup jauh sebelum pandemi melanda.
Dalam beberapa hal, masyarakat Indonesia juga sudah akrab dengan sebagian unsur protokol kesehatan karena sudah menjadi bagian kearifan lokal dan bahkan dianjurkan semua keyakinan yang memang memuliakan hidup sehat.
Di antara yang bisa disebut adalah kebiasaan lama mencuci tangan sebelum makan dan menutup mulut saat bersin. Ini ternyata bukan semata etiket, tapi juga bentuk tanggung jawab kepada orang lain agar tak kecipratan percikan bersin.
Kebiasaan baik yang terbukti merupakan pencegahan efektif dalam menangkal COVID-19 itu mesti berlanjut, bahkan menjadi gaya hidup agar orang peduli dan waspada penyakit tanpa khawatir beraktivitas walau pandemi mengintai. ANTARA
Tag
Berita Terkait
-
Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah
-
Omicron Masuk Indonesia, Ketua DPRD DKI Minta Warga Lebih Disiplin Prokes
-
Pemprov Kaltim Waspada Varian Omicron, Akui Masyarakatnya Taat Prokes
-
Omicron Cepat Menular, Epidemiolog UGM Minta Kaum Rentan Diprioritaskan Dapat Booster
-
Bukan Flu Biasa, Waspadai Virus Omicron dengan Gejala Berikut
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya