SuaraMalang.id - Beredar viral video proses evakuasi ibu hamil dari dusun terisolasi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Ada dua ibu hamil yang dievakuasi, namun seorang diantaranya dilaporkan meninggal dunia.
Dalam video tersebut, tampak ibu hamil ditandu sejumlah warga melewati jurang. Meski tidak terlalu curam, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.
Pj Kades Mulyorejo, Dedeh Sugianto membenarkan video evakuasi ibu hamil tersebut. Dijelaskannya, ada dua video merekam dua ibu hamil yang berbeda.
“Video pertama, itu terjadi Selasa (21/09) pagi tadi, sekitar jam 8 pagi. Beliau adalah warga Dusun Baban Tengah, atas nama Rosida Sari,” ujar Dedeh saat dikonfirmasi, pada Selasa (21/9/2021) malam.
Rosida harus ditandu oleh belasan pria karena jembatan penghubung antara rumahnya dengan jalan utama menuju puskesmas tidak bisa dilewati.
“Jadi jembatan yang melewati perkebunan itu sedang direnovasi sejak empat hari yang lalu. Sebenarnya ada jalan alternatif, tetapi juga rusak karena terkena hujan,” papar Dedeh.
Beruntung, nyawa Rosida berhasil tertolong dan melahirkan bayi laki-laki dalam kondisi sehat. Namun, tidak demikian dengan ibu hamil pada video kedua.
“Saya kurang tahu namanya, dia warga Dusun Baban Timur. Peristiwanya hari Senin (20/09) kemarin,” jelas Dedeh.
Selain berada di lereng gunung, Dusun Baban Timur selama ini nyaris terisolasi karena akses jalan yang sulit untuk ditempuh. Hanya motor dengan kondisi khusus seperti motor off road yang bisa melewati jalanan di Dusun Baban Timur.
Baca Juga: Duh! Terciduk Selingkuh dengan Sepupu di Kamar, Jawaban Suami Bikin Gregetan
“Jangankan mobil, motor biasa saja susah tembus,” tutur Dedeh.
Karenanya, bidan desa setempat sudah menyarankan sejak beberapa hari sebelumnya. Yakni agar ibu hamil sudah berada di puskesmas sebelum ada tanda-tanda akan melahirkan. Atau beberapa hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Sayang, saran tersebut tidak diindahkan.
“Entah karena jauh dari rumah. Atau karena takut corona, namanya juga orang awam,” papar Dedeh.
Hingga saat melahirkan, ibu hamil tersebut mengalami kesulitan karena ari-arinya tertinggal di dalam janin. Dalam kondisi kritis, ibu tersebut akhirnya dilarikan ke puskesmas.
“Nyawa ibu hamil itu tidak tertolong karena terlalu lama di bawa ke puskesmas. Sedangkan bayinya selamat,” pungkas Dedeh.
Kontributor : Adi Permana
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
50 Bundel Dokumen dan Misteri Perubahan Merek: Proyek Ambulans Malang Dibidik Jaksa
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Nikmati Promo Kredit Kendaraan Berbunga Spesial
-
Heboh Isu Denda Cerai Rp300 Juta di Sidoasri Malang: Hoaks atau Benteng Rumah Tangga PMI?
-
Arena Judi Sabung Ayam di Malang Selatan Berakhir Jadi Abu
-
Angkot Malang Gratis bagi Pelajar Mulai Juli 2026: Hemat di Ongkos, Nyaman Sampai Sekolah