SuaraMalang.id - Penyesalan Jepang ini disampaikan Kaisar Naruhito saat memperingati 76 tahun kekalahan negaranya dalam Perang Dunia II atas Sekutu.
Pada PD II, Jepang memang ekspansif. Negara matahari terbit itu menyerang dan mencaplok banyak negara, terutama di kawasan Pasifik, salah satunya Indonesia.
Jepang kemudian takluk dan menyerah tanpa syarat ke Sekutu setelah bom atom dijatuhkan di dua kota Hiroshima dan Nagasaki. Pengeboman dua kota itu menandai kekalahan Jepang dari Sekutu yang dipimpin Amerika.
Mengenang masa lalu, Kaisar Naruhito mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas masa lalu Jepang dalam perang. Ia juga menyampaikan pesan yang sejatinya tidak berubah dari tahun sebelumnya.
"Melihat kembali masa damai pascaperang yang panjang, merenungkan masa lalu kita dan mengingat perasaan penyesalan yang mendalam, Saya sungguh-sungguh berharap bahwa kerusakan akibat perang tidak akan pernah terulang lagi," kata Naruhito pada upacara memperingati mereka yang gugur dalam perang.
Jepang terlibat dalam Perang Dunia II demi nama Kaisar Hirohito, kakek dari Naruhito. Naruhito berharap masyarakat menyatukan hati dan bergabung dalam kekuatan untuk mengatasi pandemi virus corona. ANTARA
Berita Terkait
-
Profil Takehiro Tomiyasu, Pemain Jepang yang Diincar Tottenham
-
Peringatan Hujan Lebat Picu Banjir di Fukuoka dan Hiroshima, 2 Juta Penduduk Mengungsi
-
Dua Dekade Berlalu, Ini 4 Kabar Terbaru Pemain Strawberry on the Shortcake
-
BLACKPINK Akan Menampilkan 'Lovesick Girls' Versi Jepang di Music Station
-
Viral Curhatan WNI Tak Diperbolehkan Masuk Mal karena Vaksin di Luar Negeri
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun