SuaraMalang.id - Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mencapai angka 80 persen. Ini terjadi akibat lonjakan kasus baru, terutama kemunculan klaster di beberapa wilayah Bumi Blambangan, beberapa pekan terakhir ini.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, perawatan pasien menjadi hal yang penting, terutama di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, akan menyiapkan langkah antisipatif merespon lonjakan kasus Covid-19. Dicontohkannya, akan menambah kapasitas bed atau tempat tidur perawatan pasien.
Dijelaskannya, BOR non-ICU saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen. Sedangkan untuk unit perawatan intensif atau ICU (Intensive care unit) sudah mencapai 80 persen.
“BOR untuk ICU sudah 80 persen. Kita siapkan tambahan. Sedangkan yang ruang perawatan non-ICU, meskipun BOR masih 44 persen, tetap kita siapkan tambahan,” katanya dikutip dari beritajatim.com --jejaring media suara.com, Selasa (22/6/2021).
Kasus aktif Covid-19, masih kata Ipuk, mencapai 278 pasien per 21 Juni 2021. Penambahan kasus baru ini dipicu sejumlah klaster, seperti klaster keluarga dan klaster hajatan.
Merespon itu, Ia mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan (prokes).
“Ini kerja bersama, saya minta tolong kepada semua agar jangan lalai protokol kesehatan. Kalau terus melonjak, fasilitas kesehatan akan kewalahan seperti sudah terjadi di berbagai kabupaten/kota,” ujarnya.
Ipuk meminta agar kerja kolaboratif menjadi peran penting semua pihak dan dapat bergerak bersama untuk melakukan penanganan pandemi virus Corona ini.
Baca Juga: Dikepung Klaster Baru, Pasien Covid-19 Mulai Memenuhi Rumah Sakit Rujukan di Banyuwangi
“Tenaga kesehatan tidak bisa kerja sendirian, Pak Polisi, TNI, tidak bisa kerja sendirian. Mohon kesadaran bersama, prokes dengan disiplin,” ujarnya.
Selain menyiapkan rumah sakit, kini disiapkan tempat isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis (OTG).
“Gedung Diklat ASN telah kami siapkan. Tinggal menentukan skema teknis moving-nya saja. Hari ini detailnya kita bahas,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos