"Soal pemindahan (kantor media, red) akan dibantu. Pernah membahas ini dengan Pak Steve (kapanlagi.com)," ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua AMSI Pusat yang juga Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono mengatakan media digital membutuhkan partner yang paham betul dengan dunianya. Gagasan klaster media di KEK Singhasari, menurutnya, tentu bukan hal mustahil. Dicontohkannya, tim media Suara.com, malah sebagian besar berada di Yogyakarta tidak Jakarta.
"Kita pilih tempat yang SDM bagus. Industri ini bisa dikerjakan di manapun
Tim IT, ilustrator, video editor dan konten kreator. Sebagian besar tim saya tidak di Jakarta, secara bisnis tidak sustainable jika seluruhnya di Jakarta. Maka kami cari lokasi yang harga terjangkau," paparnya.
Ia menambahkan, KEK Singhasari di Malang ini sangat strategis bagi bisnis media dan industri digital kreatif. Sebab mulai infrasuktur hingga kultur telah terbentuk. Sebagai kota pendidikan dengan banyaknya mahasiswa dan perguruan tinggi juga sangat menunjang potensi tersebut.
Baca Juga: Bantu Jaga Imun Jurnalis, Pyridam Farma Serahkan 2.725 Suplemen ke AMSI
"Malang, SDM ok, jaringan dan budaya juga ada mahasiswa. memungkinkan untuk klaster media. Saya ikut karena ingin tahu lokasi jauh tidak. Motor, bangunan, infrastruktur, apakah harga juga memungkinkan," jelasnya.
Suwarjono melanjutkan, industri media berbeda dengan conten creator lainnya, termasuk influencer. Sebab media online memiliki keunggulan tersendiri. Lantaran ada ikatan dan aturan lebih yang bisa menyatukan, dibandingkan conten creator.
"Kekuatan media adalah jaringan. Tidak sama dengan influencer atau conten creator karena (media) mempunyai standar liputan dan konten," ujarnya.
Era saat ini, masih kata Suwarjono, adalah era iklan dashboard to dashboard, sudah tidak sales ketemu orang, adnetwork dikelola Google dan banyak agency global. Pola ini banyak digunakan dan bisa dilakukan jika traffic tinggi dan harus kolaborasi.
"Ada newsroom bersama dengan platform beda maka akan sangat efisien dan membantu," jelasnya.
Baca Juga: AMSI: Revisi UU ITE Harus Jerat Perusahaan Media Sosial, Bukan Pengguna
Ia menambahkan, era video kedepannya bakal semakin berpeluang, maka bisa digagas (dalam KEK Singhasari) sebuah studio bersama.
Berita Terkait
-
Liburan Anti Bosan di Malang Skyland: Panduan Lengkap Harga Tiket dan Aktivitas
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
-
6 Restoran di Malang untuk Halal bi Halal: Dari Nuansa Jawa Kuno Hingga Hidangan Internasional
-
Mau Mudik? Ini Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Malang Jelang Lebaran 2025
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
-
Isi Rumah Warga Gondanglegi Malang Ludes, Pelaku Ternyata Orang Terdekat