SuaraMalang.id - Pasca gempa Blitar magnitudo 6,2 pada Jumat 21 Mei 2021, BMKG mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menghuni rumah, meski dampaknya hanya retak-retak.
Hal itu diungkap Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam konferensi persnya secara virtual, Jumat. Sebab, menurutnya, masih dimungkinkan terjadi gempa susulan.
"Bangunan yang sudah retak-retak jangan dimasuki dulu, bisa sewaktu-waktu roboh," katanya dikutip Suara.com.
Sementara, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menambahkan, Gempa Blitar magnitudo 6,2, pada Jumat malam, (kemudian diperbarui menjadi meganitudo 5,9 di Selatan Malang kedalaman 110 kilometer), berbeda dengan gempa Malang yang sebelumnya terjadi magnitudo 6,1 pada 10 April 2021 lalu di Selatan Kabupaten Malang.
"Gempa jenis beda meski kedalaman dan lokasinya hampir berdekatan," katanya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan, intensitas gempa di Selatan Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur diakuinya semakin meningkat sepanjang 2021 ini. Rata-rata perbulan tercatat ada lebih dari 500 kali gempa per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya, berkisar 300 - 400 kali gempa per bulan.
"Hal ini menjadi alarm bagi kita untuk terus meningkatkan mitigasi bencana. Namun jangan panik, artinya kita mulai berbenah menyiapkan bangunan atau rumah kita apakah sudah cukup tahan terhadap gempa," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya