Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:21 WIB
Banjir melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Jember. [foto: Suarajatimpost.com]

SuaraMalang.id - Selama lima hari Kabupaten Jember Jawa Timur dikepung banjir akibat hujan lebat mengguyur daerah tersebut selama sepekan ini. Sebanyak 12 desa di 5 kecamatan terendam air.

Akibat banjir yang melanda Jember itu sebanyak 3.986 orang terdampak. Banjir ini terjadi selama lima hari sejak 11 hingga 14 Januari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan 68 keluarga dan tiga pondok pesantren di satu desa Kecamatan Bangsalsari jadi korban.

Begitu juga sebanyak 86 keluarga di dua desa Kecamatan Tanggul, 229 keluarga di tiga desa Kecamatan Gumukmas, 1.283 keluarga dan satu pondok pesantren di tiga desa Kecamatan Puger, dan 2.320 keluarga di tiga desa Kecamatan Tempurejo.

Baca Juga: Banjir di Ngabang Landak, Komplek Keraton Ismahayana Terendam

Terakhir, 2.558 keluarga di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, menjadi korban banjir setinggi 1,5 meter.

"Kami butuh makanan siap saji untuk warga terdampak," kata Pejabat Kepala Desa Wonoasri Budiono, seperti dikutip dari beritajatim.com, media jejaring suara.com, Jumat (15/01/2021).

Saat ini logistik yang diterima dapur umum masih berupa logistik sehingga masih harus memasak lebih dulu.

"Belum bisa menyalurkan makanan siap saji," katanya.

Anggota Taruna Siaga Bencana Budiono mengatakan, pihaknya sudah siap dapur umum. Namun Dinas Sosial Jember memerintahkan Tagana untuk mengkaji kondisi dan situasi di lima titik bencana. “Perlu pengaturan, sehingga ada keterlambatan,” katanya.

Baca Juga: Tanggulangi Isu Teror Pocong, Kepala Desa Ini Malah Panggil Dukun

Tagana sudah membuka dapur umum di posko kota.

Load More