Loeb menghitung bahwa dengan ini dan anomali lainnya, kemungkinan bahwa 'Oumuamua adalah komet acak adalah sekitar satu dalam satu kuadriliun, membawanya ke hipotesis blockbusternya. Satu kemungkinan, yang cukup aneh, dapat ditemukan dalam teknologi yang sudah kita miliki di bumi ini.
Sekitar 400 tahun yang lalu, astronom Johannes Kepler mengamati ekor komet yang bertiup di tempat yang tampak seperti angin matahari dan bertanya-tanya apakah kekuatan yang sama, dapat mendorong kapal roket melintasi ruang angkasa seperti angin mendorong kapal melalui air.
Itu adalah ide cerdas yang sekarang digunakan para ilmuwan untuk mengembangkan layar cahaya untuk probe. Lembaran tipis reflektif dibentangkan di ruang angkasa untuk menangkap partikel yang mengalir dari matahari, mendorong kapal dengan kecepatan tinggi melalui ruang hampa yang kosong. Atau, laser yang kuat dari bumi dapat diarahkan ke layar untuk membuatnya melaju lebih cepat.
Loeb, yang terlibat dalam proyek layar ringan untuk mengirim pesawat kecil tak berawak ke bintang terdekat, berkata jika kita penduduk bumi telah memikirkan ide ini, lalu mengapa alien tidak bisa? Dia dan rekannya menghitung angka dan berhipotesis bahwa Oumuamua sebenarnya tidak berbentuk cerutu tetapi mungkin sebuah piringan setebal kurang dari satu milimeter, dengan proporsi seperti layar yang akan menjelaskan akselerasi yang tidak biasa saat bergerak menjauh dari matahari.
Baca Juga: Lapisan Es Mencair, Ilmuwan Temukan Fosil Badak Berbulu dari 50 Ribu Tahun
Mengenai tujuannya, Loeb tidak sepenuhnya yakin. Dia berspekulasi bahwa itu bisa jadi "sampah luar angkasa" yang pernah berfungsi sebagai semacam pelampung navigasi ruang angkasa yang digunakan oleh peradaban dahulu kala.
“Satu-satunya cara untuk mencari [peradaban alien] adalah dengan mencari sampah mereka, seperti jurnalis investigasi yang memeriksa sampah selebriti,” kata Loeb.
Tentu saja, tidak semua orang dalam komunitas ilmiah setuju dengan teorinya. Pada Juli 2019, Tim Oumuamua dari Institut Sains Luar Angkasa Internasional menerbitkan sebuah artikel di Nature Astronomy yang menyimpulkan, mereka tidak menemukan bukti kuat yang mendukung penjelasan alien untuk' Oumuamua. Loeb mengakui bahwa teorinya telah mengangkat alis para astronom, tetapi dia teguh dengan temuannya.
"Beberapa orang tidak ingin membahas kemungkinan adanya peradaban lain di luar sana. Mereka percaya kami spesial dan unik. Saya pikir itu adalah prasangka yang harus ditinggalkan," katanya kepada The Post.
Loeb mengatakan bahwa para skeptis berusaha sekuat tenaga untuk menetapkan asal-usul alami objek tersebut dan bahwa penjelasan yang mereka berikan untuk menjelaskan sifat-sifat anehnya tidak sesuai dengan pengawasan.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bunga Hawaii Baru, Satu-satunya di Dunia
Berita Terkait
-
Teliti Makam Yesus, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan Mengenai Kematian dan Kebangkitan
-
Gegerkan Ilmuwan, Klaim Ini Sebut Manusia Adalah Campuran Babi dan Simpanse?
-
Eksperimen Mengerikan, Pria Alami Hal Ini Saat Berada 86 Menit di Ruangan Paling Sunyi di Dunia
-
Review Novel 'The Humans', Mencari Arti Manusia Lewat Mata Alien
-
Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Warga Senang, Desa Wunut Bagikan THR dan Hadirkan Program Perlindungan Sosial
-
Habbie, UMKM Telon Aromatik Terbaik Siap Ekspansi Pasar Global Bersama BRI
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi