- Puluhan korban datangi rumah terduga pelaku Lawang, Malang.
- Kerugian penipuan popok ditaksir capai Rp 5 miliar.
- Korban tempuh jalur hukum, pelaku tak hadir.
SuaraMalang.id - Kasus penipuan jual beli popok mencuat setelah puluhan korban mendatangi rumah terduga pelaku di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (20/2/2026). Aksi itu pun viral di media sosial.
Puluhan korban dalam kasus penipuan jual beli popok itu disebut mengalami total kerugian hingga Rp 5 miliar. Rumah yang didatangi diketahui milik PR, perempuan asal Kecamatan Lawang yang diduga menjalankan praktik tersebut bersama rekannya berinisial SL.
Aksi mendatangi rumah terduga pelaku menjadi puncak kekecewaan para korban penipuan jual beli popok setelah upaya hukum dan mediasi yang ditempuh sebelumnya belum membuahkan hasil. Sejumlah korban bahkan datang dari luar daerah untuk menuntut kejelasan.
Nominal kerugian masing-masing korban berbeda-beda. Ada yang mengalami kerugian Rp 810 juta, Rp 300 juta, Rp 663 juta, Rp 163 juta, dan nominal lainnya.
Para korban yang merupakan reseller popok itu telah menempuh jalur hukum. Beberapa melapor ke Polda Jatim, sementara lainnya ke polres di daerah masing-masing. Kartika menyebut proses mediasi sudah dilakukan polisi, namun terduga pelaku tidak pernah hadir.
Namun, kedatangan para korban tidak berjalan mulus. PR tidak keluar dari rumah. Ayah dan kakak PR disebut menghalangi para korban yang hendak masuk untuk mencari yang bersangkutan.
Berikut fakta-faktanya dirangkum dari berbagai sumber.
1. Rumah Terduga Pelaku Didatangi 20 Korban
Sekitar 20 orang mendatangi rumah PR di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (20/2/2026). Kedatangan mereka dilakukan secara bersama-sama.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan pertanggungjawaban atas dugaan kerugian yang mereka alami dalam transaksi jual beli popok. Mereka mendatangi langsung kediaman terduga pelaku.
2. Total Kerugian Capai Rp 5 Miliar
Para korban memperkirakan total kerugian akibat kasus ini mencapai Rp 5 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh korban yang terlibat.
Setiap korban mengalami kerugian dengan nominal berbeda. Ada yang rugi Rp 810 juta, Rp 663 juta, Rp 300 juta, Rp 163 juta, dan jumlah lainnya.
3. Korban Berasal dari Berbagai Daerah
Korban tidak hanya berasal dari satu wilayah. Mereka datang dari Surabaya, Kota Kediri, Pasuruan, Sidoarjo, hingga Kota Batu.
Berita Terkait
-
Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak
-
Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara
-
Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor
-
Viral Biksu Mesum dan Korup, Lembaga Budha Thailand Bantah Ada Kasus di Kuil Lain
-
Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional
-
Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan