SuaraMalang.id - Andhara Early, mantan model dan presenter, mengungkap fakta yang mengejutkan tentang situasi kehidupannya sekarang.
Dia mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak hutang hingga ia hampir tidak mampu melunasinya, dan juga harus bekerja sebagai sopir antar jemput.
Andhara Early mengungkapkan bahwa ia saat ini sedang dilanda masalah hutang yang besar. Dia bahkan mengatakan bahwa ia harus melunasi hutang-hutangnya selama 12 tahun ke depan.
Karena hutang KPR yang menumpuk, Andhara terpaksa menggunakan uang tabungannya yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan juga terpaksa menjual beberapa aset yang ia miliki, karena pendapatannya tidak dapat diprediksi.
"Kami mulai khawatir, karena biaya yang kami sisihkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai menipis. Sementara itu, kami belum memiliki sumber pendapatan baru. Jadi, kami harus menggunakan tabungan yang kami miliki untuk membayar cicilan dan tagihan. Setelah 6 bulan, situasi ini semakin menjadi-jadi, dan kami terpaksa menggunakan tabungan kami," ungkap Andhara Early, seperti dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (14/7/2023).
"Alhamdulillah, kami memiliki beberapa emas. Kemarin harga emas naik, jadi kami memeriksa berapa harga emas saat ini, dan ternyata cukup untuk melunasi hutang kami. Jadi, kami memutuskan untuk melunasinya, meskipun itu berarti tabungan kami habis," tambahnya.
Meski hutangnya telah lunas, kehidupan Andhara Early belum juga stabil. Dia harus mencari cara untuk mendapatkan pendapatan tanpa harus berhutang.
Oleh karena itu, dia juga mulai bekerja sebagai sopir antar jemput. Tak hanya itu, Andhara, yang sempat dituduh hamil anak dari Ariel NOAH, juga mulai membuat makanan untuk dijual di kantin sekolah anaknya.
"Saya mem-posting (makanan) dan kemudian, ada orang tua yang menanyakan, 'sepertinya anak saya suka makanan seperti ini', dan sepertinya banyak orang yang suka juga. Jadi, saya memutuskan untuk meletakkannya di kantin sekolah, dan hasilnya cukup bagus," kata Andhara Early.
Baca Juga: Tidak Ada yang Menyangka! 4 Artis Ini Kini Jadi Pegawai Kantoran
"Dia ada seorang teman yang pulang dengan ojek online, dan saya merasa khawatir. Saya menanyakan dimana rumahnya dan ternyata tidak jauh. Jadi, keesokan harinya, saya menawarkan diri untuk menjemput dan mengantarkan anaknya, alhamdulillah saya punya kendaraan dan masih ada ruang di dalamnya. Jadi, selain mengantar anak saya, saya juga menjemput dan mengantarkan anak orang lain," tutupnya.
Kontributor : Elizabeth Yati
Tag
Berita Terkait
-
Tidak Ada yang Menyangka! 4 Artis Ini Kini Jadi Pegawai Kantoran
-
Andhara Early Terlilit Hutang, Suami Rela Jadi Supir Antar Jemput Anak Sekolah
-
Cerita Andhara Early Jual Makanan di Kantin Sekolah Anak: Iseng Berhadiah
-
Tabungan Ludes, Andhara Early Kini Jadi Sopir Antar-Jemput Sekolah hingga Jualan Makanan di Kantin
-
Ekonominya Nyungsep usai Tak Lagi jadi Artis, Andhara Early Banting Stir jadi Sopir Anak Sekolah hingga Dagang di Kantin
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun