Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 13 April 2022 | 22:38 WIB
Ilustrasi investasi bodong di Jember. (Pixabay/Alex F)

SuaraMalang.id - Korban investasi bodong ramai-ramai melapor ke Polres Jember, Rabu (13/4/2022). Pelapor didominasi ibu-ibu itu mengaku dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.

Terlapor diketahui perempun berinisial S, warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Modus penipuannya, yakni investasi dengan iming-iming keuntungan 20 persen setiap pekan.

Para anggota investasi mulai curiga lantaran S mendadak menghilang. Padahal mereka sudah menyetorkan uang dengan beragam nominal.

Diperkirakan total uang yang berada digondol S berjumlah Rp10 miliar. Nominal sebesar itu diketahui setelah para korban yang berjumlah ratusan orang menggalang diri dengan membentuk grup untuk mengakumulasi seluruh kerugian yang mereka alami.

Baca Juga: Ini Deretan Poster 'Menggelitik' Tuntutan Demo Mahasiswa di Jember, Bawa-bawa Istilah 'BO' Segala

Dewi Irana (24), asal Kecamatan Sumbersari, salah seorang korban mengatakan sementara ini yang melapor ke Polres Jember hanya sebagian orang.

Rencananya, korban dari daerah lain akan menyusul ikut melaporkan dugaan penipuan S. 

"Banyak korbannya. Selain warga Jember ada warga Banyuwangi, Situbondo, dan Lumajang. Bahkan, ada korban yang di Bali dan beberapa TKW yang kerja di luar negeri," Kata Dewi Rabu mengutip Suarajatimpost.com, Rabu (13/4/2022).

Berdasarkan pengakuan korban, modus yang dijalankan S cukup rapi. Yakni menampilkan diri sebagai sosok orang kaya karena sukses berusaha.

Kerap kali S gonta-ganti kendaraan, memakai smartphone berkelas, dan memamerkan banyak uang.

Baca Juga: Geger Kepala Sekolah di Jember Ancam Siswanya Tak Lulus

Kemudian, S sering berkeliling menemui warga untuk diajak investasi bersamanya agar mencapai kesuksesan serupa, meski tidak pernah sekalipun membeberkan secara jelas jenis usahanya. 

Load More