SuaraMalang.id - Berikut ini biodata Hero Tito, petinju nasional yang baru meninggal, Kamis (3/3/2022). Hero Tito meninggal duni di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta.
Hero Tito petinju yang berasal dari Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dia sudah mengawali kiprahnya di dunia tinju sejak berusia 12 tahun.
Nama aslinya Heru Purwanto. Dia jadi petinju mengikuti jejak kakak dan ayahnya yang juga sama-sama meniti karier di dunia tinju.
Hero Tito memulai langkahnya di tinju amatir pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda). Dia sempat mendapatkan medali emas Layang Ringan 45kg. Hero Tito sempat meniti karier amatir di Kalimantan. Namun, ia memilih pulang ke Malang dan melanjutkan kariernya di jalur profesional.
Hero Tito sempat menderita koma seusai kalah KO pada ronde 7 melawan James Mokoginta dalam duel yang berlangsung di Holywings Club Jakarta, Minggu (27/2/2022).
Pada laga itu, Hero Tito sempat kewalahan melayani perlawanan James Mokoginta. Bahkan, dia sempat terjatuh sebanyak dua kali pada pertarungan itu. Hero Tito akhirnya tersungkur pada ronde ketujuh seusai menerima uppercut telak dari James yang menghantam rahangnya.
Awal karier
Sejak memulai debut profesionalnya pada medio 28 Februari 2004, Hero Tito sudah menyabet sejumlah prestasi gemilang, baik di level nasional maupun internasional.
Selama meniti kariernya itu, ia sudah mencatatkan 45 duel dengan rekor 27 kemenangan dengan 11 kali KO, 16 kalah dengan 6 KO, dan dua kali seri.
Baca Juga: Duel Tinju Berujung Maut, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Hero Tito
Hero Tito pernah menorehkan tinta emas di level internasional saat memenangi Kejuaraan Tinju Sabuk Emas Xanana 2016 di Timor Leste.
Ketika itu, Hero Tito berhasil menumbangkan perlawanan petinju asal Thailand, Thongchai Kunram, secara TKO.
Sementara itu, di level nasional, dia sudah empat kali meraih gelar juara. Pada 2012, dia sukses menjadi juara nasional kelas bulu 57,1 kg (KTI).
Kisah masa kecil
Hero Tito dikenal tekun dan disiplin sejak dini. Hal itu diungkap mantan pelatihnya semasa tinju amatir, yakni Muchamad Jaeni (55).
Jaeni menuturkan, Hero Tito bergabung ke Sasana Lesanpuro BC Kota Malang saat kelas 6 sekolah dasar (SD).
Berita Terkait
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Perjalanan Hidup Pangeran Tinju di Atas Ring dalam Film Giant
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa SD
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Selamat Jalan Sang Pionir: M Basri Arsitek di Balik Mahkota Pertama Singo Edan Berpulang
-
Buntut Ucapan Lu Punya Otak Gak?, Hotman Paris Resmi Dipolisikan PWI Malang Raya