SuaraMalang.id - Sebuah video pesta ulang tahun di rumah seorang kades di Jember viral di media sosial. Video ini diunggah akun Facebook bernama Bagas Ariesta Pratama.
Dalam unggahannya itu Ia memperlihatkan foto dan video berisi pesta sekelompok anak muda dengan musik disko yang digelar pada malam Minggu (26/6/2021).
Tak hanya berkerumun, mereka juga tidak memakai masker. Ironisnya, pesta tersebut digelar di kediaman Andi Budi Wibowo, yang tak lain merupakan Kepala Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari. Sontak saja video itu cepat viral.
Selain mendapat banyak like, unggahan itu juga ramai komentar warga, yang masing-masing dibalas oleh sang pemilik akun. "Ulang tahun ya," tulis komentar dari akun Facebook bernama Putri Sari.
Baca Juga: Temani Istri Belanja Bulanan, Suami Syok Jumlahnya Capai Rp 113 Juta
Lalu dibenarkan oleh si pengunggah. "Iya, goyang sip," balas pemilik akun Bagas Ariesta Pratama.
Namun pada Senin (28/06) sore, postingan tersebut telah dihapus oleh pemilik akun Bagas Ariesta Pratama. Saat dikonfirmasi, Kades Tegalwangi, Andi Budi Wibowo membenarkan pesta yang digelar di rumahnya itu.
Namun ia membantah dirinya yang berinisiatif menggelar pesta tersebut. "Jadi itu pesta komunitas truk mini, anak-anak muda di sini. Saya tidak bisa cegah, maka sekalian saya sisipkan pesan agar mereka benar-benar menjalankan protokol kesehatan," kata Andi saat dikonfirmasi pada Senin (28/06).
Sosialisasi prokes tersebut sesuai dengan instruksi bupati Jember, tentang pengetataan mobilitas masyarakat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, di mana perangkat desa menjadi salah satu ujung tombaknya.
"Makanya setelah itu, saya pesan kepada mereka agar tidak seperti ini lagi (berkumpul), langsung ke rumahnya. Saya juga sosialisasikan tentang pengaktifan lagi Siskamling, sesuai kondisi kerawanan saat ini," papar Andi.
Baca Juga: Nyesek! Wanita Dihina Ibu Sang Pacar: Enggak Pantas Sama yang Belum Tentu Sarjana
Andi membantah, peserta pesta mencapai ratusan." Itu kan komunitas truk, hanya sekitar 25 truk mini. Tapi memang masing-masing membawa kerabatnya.
Melalui strategi pesta tersebut, Andi berharap warganya bisa lebih disiplin dalam menjalankan prokes. "Saya minta kepada seluruh anggota komunitas Truk Miniatur itu, tidak sekedar pesta ultah, tetapi juga mengingatkan warga sekitarnya untuk sosialisasi prokes di lingkungan masing-masing," katanya.
Dikonfirmasi terpisah Camat Umbulsari Akbar Winasis mengaku tidak mendapat informasi ataupun terkait adanya informasi sosialisasi tersebut. Bahkan pihaknya mengaku saat ini langsung berkoordinasi dengan Muspika setempat.
"Saya cuma diberitahu bahwa itu adalah acara sosialisasi penggunaan masker dan mengaktifkan kembali siskamling sesuai instruksi dari saya. Tapi suasanya saya tidak tahu," ujar Akbar.
Setelah melihat video yang tersebar itu, Akbar menyayangkan pesta yang diduga melanggar prokes itu digelar di rumah kades yang seharusnya menjadi pilar utama pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro. "Seharusnya kades tidak boleh seperti itu," papar Akbar.
Dalam beberapa waktu terakhir, seluruh unsur pemerintahan di Jember, lanjut Akbar, telah berupaya keras untuk mensosialisasikan ketaatan terhadap prokes. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kasus covid yang kian mengkhawatirkan.
"Aturan awalnya, maksimal adalah 50 orang. Tetapi sekarang ini sudah diperketat menjadi 30 orang," papar Akbar.
Atas hal tersebut, Akbar berjanji akan mengambil tindakan tegas. "Sedang kita koordinasikan dengan Kanit Intelkam Polsek," ujar Akbar.
Diselidiki polisi
Diduga melanggar prokes karena ada kerumunan ratusan massa, polisi segera menyelidiki kasus tersebut. Polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan keterangan (pulbaket) dari kegiatan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki adanya dugaan pelanggaran prokes dalam acara tersebut.
"Kita sedang mendalami dugaan (pelanggaran Prokes Covid-19), terkait kejadian tersebut di Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari," kata Komang.
Terkait penyelidikan yang dilakukan polisi, kata Komang, yakni dengan mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kita ambil keterangan semua pihak yang terlibat kegiatan tersebut, sekarang masih proses penyelidikan juga mencari informasi lainnya terkait fakta-fakta di lapangan," ujarnya.
Terkait dugaan pelanggaran Prokes Covid-19 dari acara tersebut. "Nanti akan kita proses dan jika ditemukan pelanggaran prokes, akan kita tindak lanjuti sesuai pelanggaran hukum yang dilakukan," ujarnya.
Kontributor : Adi Permana
Berita Terkait
-
Dari Driver Gocar Jadi Investor? Maruarar Sirait Terinspirasi Kisah Anak Muda Ini!
-
Tumis Haseum: Si Ajaib Penyelamat Lauk Sisa Lebaran yang Viral di TikTok
-
Siapa Sosok Walid? Tokoh Pemimpin Sekte di Serial Bidaah yang Viral di TikTok
-
Lagi Tren Joget THR: Apakah Terinspirasi dari Tarian Yahudi?
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Warga Senang, Desa Wunut Bagikan THR dan Hadirkan Program Perlindungan Sosial
-
Habbie, UMKM Telon Aromatik Terbaik Siap Ekspansi Pasar Global Bersama BRI
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi