Tak cuma patah hati, Jess dibuat geram karena baik ibu maupun pacarnya tidak merasa bersalah. Alih-alih, keduanya beralasan sudah terlanjur jatuh cinta.
Parahnya lagi, rencana kabur itu sudah ada sejak Jess masih hamil. Ayah Jess juga patah hati karena diselingkuhi oleh sang istri.
"Ayahku sangat kecewa. Ini sudah terjadi selama enam bulan di belakang punggungku," imbuh Jess.
Hubungan antara Georgina dan Ryan tentu ditentang anggota keluarga lainnya. Namun, pasangan ini tetap mengumumkan status mereka di media sosial tanpa rasa malu.
Di sisi lain, Jess mengaku kebingungan karena dirinya ditinggal sendirian. Ia juga tak tahu bagaimana cara menjelaskan perkara ini kepada orang-orang di sekitarnya.
"Mereka sangat egois. Aku sangat terkejut. Bagaimana aku harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa ayah dan nenek dari anak-anakku berkencan?" tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya