Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Erupsi 5 Kali, Waspada Bahaya Lahar dan Awan Panas

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur

Muhammad Yunus
Selasa, 30 September 2025 | 16:28 WIB
Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Erupsi 5 Kali, Waspada Bahaya Lahar dan Awan Panas
Ilustrasi: Gunung Semeru erupsi pada Rabu (9/7/2025) [Suara.com/ANTARA/HO-PVMBG]
Baca 10 detik
  • Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.38 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter
  • Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat
  • Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali pada pukul 08.06 WIB dengan visual letusan tidak teramati

SuaraMalang.id - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi sebanyak lima kali dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak pada Selasa 30 September 2025.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.38 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 92 detik.

"Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 07.36 WIB. Visual letusan tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis.

Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Waspada Awan Panas & Lahar Hujan

Tidak selang lama, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali pada pukul 08.06 WIB dengan visual letusan tidak teramati.

Kemudian erupsi keempat terjadi pukul 11.01 WIB dengan visual letusan tidak teramati.

Lalu terjadi lagi erupsi pada pukul 11.35 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Liswanto mengatakan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi.

Yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Hari Ini! Warga Diminta Jauhi Area Ini

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini